Pengertian Manajemen Kelas
Manajemen kelas berasal dari dua kata, yaitu manajemen dan kelas. Manajemen berasal dari kata bahasa Inggris yaitu management, yang diterjemahkan menjadi pengelolaan,yang dimaksud kelas dapat diartikan sekumpulan para peserta didik di suatu kondisi yang sama mengikuti kegiatan pembelajaran yang sama dari pendidik yang juga sama di kelas. Sedangkan manajemen adalah suatu usaha untuk menggerakan semua orang agar dapat melakukan kegiatan secara bersama dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama-sama kelas adalah sekelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama yang mendapat pengajaran dari guru
manajemen kelas ialah segala usaha yang mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi peserta didik dengan baik dan displin. hal ini bertujuan menciptakan komunikasi feed back / timbal balik antara pendidik dan peserta didik nya,
Tujuan Manajemen Kelas ialah bertujuan untuk meningkatkan mutu efektivitas dalam pencapaian suatu tujuan pembelajaran, manajemen kelas juga mempunyai peran penting untuk menciptakan suasana di kelas yang nyaman dan kondusif saat proses belajar mengajar berlangsung di kelas. hal ini bertujuan agar para peserta didik dan pendidik merasa fokus saat proses pembelajaran di kelas dengan efektitas dan terarah dalam membahas suatu materi pembelajaran tersebut
Tujuan Untuk Siswa:
siswa dapat mengetahui tingkah laku mereka, dengan memahami tata tertib di sekolah dan ketika guru memberikan suatu peringatan atau sanksi dan siswa dapat memperkuat rasa tanggung jawab nya ketika melaksanakan tugas maupun kegiatan di sekolah.
maka dapat disimpulkan siswa di sekolah bukan hanya belajar saja dan menerima ilmu pelajaran dari guru, akan tetapi tugas siswa ialah memperbaiki perilaku mereka menjadi lebih baik ketika berada di lingkungan sekolah dan pergaulan nya pertemanan nya di lingkungan baik.
Tujuan Untuk Guru:
guru dapat meningkatkan pemahaman dalam suatu materi pelajaran dengan sesuai prosedur dan terarah
guru dapat menjalin komunikasi kepada siswa nya, agar hubungan komunikasi tersebut tidak rentang, maka guru harus menjalin komunikasi dengan siswa nya, dan guru harus melihat kebutuhan siswanya, keluhannya dan tingkah laku siswanya di dalam kelas, maka tugas seorang guru bukan hanya mengajar saja, akan tetapi tugas guru di kelas selain mengajar ialah menjalin komunikasi kepada siswanya, hal ini berdampak suasana di kelas menjadi harmonis dan kondusif,maka dapat disimpulkan bahwa seorang guru harus mampu menguasai kelas dengan menggunakan pendekatan yang di laksanakan saat proses belajar mengajar berlangsung
langkah-langkah kegiatan manajemen kelas
1. Membuat rencana pembelajaran
Guru harus mempunyai rencana pembelajaran sebelum memulai proses belajar mengajar berlangsung
2. Merumuskan tujuan pembelajaran
Guru diharuskan mempunyai tujuan pembelajaran nya, peran ini sangat penting bagi peserta didik untuk menganalisis kemampuan dan bakat siswa masing-masing
3. Memilih materi pokok pembelajaran
Guru harus memilih materi pokok pembelajaran sesuai pencapaian kompetensi dasar dan indikator hasil belajar, dalam hal ini sangat penting, materi pokok pembelajaran merupakan bahan yang menjadi proses pembelajaran bagi siswa selama mengikuti proses pembelajaran
4. Menentukan strategi pembelajaran
Guru harus dituntut mempunyai strategi pembelajaran, guru harus menguasai teknik penyajian saat proses mengajar dan guru harus mempunyai strategi yang cocok dan mudah diterima oleh siswa
5. Membuat evaluasi penilaian
Evaluasi adalah alat mengukur keberhasilan siswa dalam memahami dan menyimak setelah proses belajar mengajar berlangsung, evaluasi ini sangat perlu diterapkan, hal ini tujuan nya agar guru mengetahui kemampuan siswa nya di kelas
Beberapa prinsip manajemen kelas tersebut, antara lain sebagai berikut:
1) Guru Harus Hangat dan Antusias
yang dimaksud Guru Harus Hangat dan Antusias ialah seorang guru harus memberikan perhatian kepada siswa nya dan berbagi waktu kepada siswa seperti mengajak diskusi dalam membahas materi pelajaran atau persoalan yang lain, hal ini bertujuan agar guru dan siswa nya membangun keharmonisan di kelas tersebut dan menimbulkan feed back timbal balik komunikasi
2) Guru Harus Mampu Memberikan Tantangan
Yang dimaksud Guru Harus Mampu Memberikan Tantangan ialah guru harus mempunyai rencana evaluasi pembelajaran tiap minggu seperti diskusi, tanya jawab dan kuis, hal ini bertujuan untuk memperkuat daya ingatan siswa dalam memahami materi tersebut, dan bisa mengajak siswa belajar diluar kelas sebagai sarana refreshing agar tidak jenuh atau bosan belajar terus di kelas
3) Guru Harus Mampu bersikap Luwes
yang di maksud Guru Harus Mampu bersikap Luwes ialah memperlakukan siswa seperti anak sendiri dan guru bisa memanggil sesekali panggilan nak, panggilan seperti itu dapat menimbulkan perasaan atau kesan dalam diri siswa. hal ini perasaan guru ketika memanggil seperti itu, seperti perasaan kalau siswa ialah anak-anaknya sendiri dan juga berbagi waktu bersama siswa nya, agar dapat timbul keharmonisan antara guru dan siswa nya
4) Beri Penekanan pada Hal Positif
hal ini guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pada hal-hal negatif di dalam kelas, jangan mencela atau menyakiti, menyudutkan siswa nya yang berbuat negatif di dalam kelas, guru bisa berbicara kepada siswa tersebut dengan menasehati nya tanpa harus di permalukan di depan teman-teman nya, hal ini bertujuan agar siswa tersebut tidak merasa malu dan minder, guru juga harus memotivasi atau memberi semangat kepada siswa nya agar giat belajar untuk meraih cita-cita nya, hal ini akan berdampak suasana belajar dalam kelas selalu harmonis dengan baik
5) Penanaman Disiplin Diri
penanaman displin diri ialah siswa dapat mengembangkan sikap displin dengan baik, sedangkan dengan guru dapat memberikan sikap teladan di depan siswanya, dan seorang guru dapat mengelola kelas dengan baik dan displin, hal ini bertujuan apabila guru tersebut sangat displin di tunjukan kepada siswa-siswa nya, maka para siswa tersebut dapat mempraktikanya secara langsung dengan sikap displin tersebut
Konsep modern manajemen kelas
Pendidik harus sudah merencanakan strategi pembelajaran yang harus di rancangkan saat proses belajar mengajar berlangsung dan sistem evaluasi, sistem ini bisa digunakan untuk memperkuat daya ingat dan memperkuat komunikasi antara guru dan siswa nya, seperti diskusi, kuis dan tanya jawab dan fasilitas yang diperlukan di kelas atau media pendukung saat proses pembelajaran secara langsung, agar peserta didik dapat memahami materi tersebut. Oleh karena itu, dalam mewujudkan manajemen kelas yang efektif maka perlu dilaksanakan seorang guru saat proses belajar mengajar di kelas, guru juga harus menciptakan suasana kelas yang kondusif. harmonis dan displin, maka menjadi seorang guru dapat mengendalikan di kelas, seperti menjunjung tinggi displin di dalam kelas, melihat lingkungan fisik kelas dan melaksanakan evaluasi ke siswanya agar dapat menjadi tolak ukur seorang peserta didik dalam memahami materi tersebut
, Fungsi Manajemen Kelas
Fungsi manajemen adalah ialah mempunyai peran penting bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi para peserta didik nya, fungsi tersebut antara lain:
1. guru mampu harus menguasai materi pembelajaran yang diampuh, agar nilai-nilai pengajaran tersebut sesuai prosedur yang digunakan
2. guru harus sering berkomunikasi kepada peserta didiknya, agar terbentuknya hubungan komunikasi harmonis antara murid dan guru, seperti mengajak diskusi, bercerita dan memotivasi belajar kepada siswanya,
guru juga dapat memberikan bahan materi ajar dengan menyesuaikan kondisi saat ini atau zaman digitalisasi, seperti membahas teknologi dan media belajar dihubungkan proses belajar mengajar berlangsung
Pendekatan dalam Manajemen Kelas
Guru harus ada pendekatan dalam manajemen kelas, guru harus mengenal terlebih dahulu tingkah laku siswa nya, karakter, sifatnya dan situasi kelas dan guru harus menciptakan suasana kelas yang displin dan harmonis
Pendekatan ini dilihat dari sudut pandang manajemen yang berintikan konsepsi tentang kepemimpinan. Dalam pendekatan ini, dapat dibedakan menjadi
1. Kontrol Otoriter
kontrol otoriter maksud nya ialah guru harus tegas dan displin kepada siswa nya, jika ada siswa kelakuan nya nakal di kelas, maka diberi hukuman yang sewajarnya saja
2. Kebebasan Liberal
kebebasan liberal ialah kebebasan bagi peserta didik di dalam kelas untuk membebaskan aktivitas nya di kelas sesuai minat dan bakat nya masing-masing, akan tetapi dalam hal ini guru harus tetap mengawasi siswa nya yang menggunakan kesempatan ini untuk bermain di dalam kelas diwaktu jam belajar
Prosedur Manajemen Kelas
semua guru mempunyai keinginan di kelas nya saat proses belajar mengajar berlangsung sesuai keinginan guru seperti kelas nya displin, tidak ribut, menciptakan suasana harmonis di dalam kelas. ada dua prosedur manajemen kelas yaitu pencegahan (Preventif) dan penyembuhan (Kuratif). Prosedur Manajemen Kelas yang Bersifat Preventif Meliputi :
Peningkatan Kesadaran Pendidik Sebagai Guru
Strategi manajemen kelas yang bersifat preventif adalah seorang guru harus bertanggung jawab menjalani tugas nya sebagai pengajar kepada peserta didik dan seorang guru juga bertanggung jawab dalam permasalahan pendidikan dan Peningkatan Kesadaran Siswa , di saat proses pembelajaran siswa harus mempunyai tujuan tertentu, agar bisa memahami materi tersebut, hal ini berdampak pada diri nya, ketika mereka menyadari di saat belajar ada tujuan tertentu, maka siswa tersebut sangat mudah dalam mencapai keinginan nya, apabila siswa tersebut tidak mempunyai tujuan ketika belajar, maka anak tersebut susah mencapai keinginan nya. dalam kesadaran ini akan menimbulkan tingkat penguasaan, minat dan keterampilan nya di saat proses belajar mengajar berlangsung di kelas
manajemen kelas secara kuratif adalah peran penting untuk mempulihkan keadaan yang menyimpang dan menganggu di saat proses belajar mengajar yang sedang berlangsung
Identifikasi masalah
hal yang pertama guru harus melakukan menyelidiki tingkah laku yang salah kepada siswa yang berakibat suasana pembelajaran tidak fokus, karena salah satu siswa di dalam kelas tingkah laku nya membuat keonaran, maka guru harus menegur nya atau memarahi nya dengan sewajarnya saja dan bisa juga guru menanyakan ke siswa tersebut dengan menyelidiki kenapa siswa tersebut membuat keonaran, apakah emang kebiasaan nya atau ada permasalahan nya yang lain
Analisis Masalah
Dengan hasil penyidikan yang telah diteliti, maka seorang guru dapat melanjutkan dengan cara berusaha mengetahui latar belakang siswa tersebut, kenapa tingkah laku tersebut bisa terjadi, dengan cara tersebut, maka seorang guru dapat menemukan faktor-faktor dibalik tingkah laku tersebut, dengan menanyakan dengan siswa tersebut dengan baik-baik dan tidak kasar, guru juga bersikap seperti orang tua nya dirumah
Sumber:
Edeng Suryana, Manajemen Kelas Berkarakteristik Siswa, Stain Miftahul Huda Subang
Alfian Erwinsyah, Jurnal Tadbir, Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Efektifitas Proses Pembelajaran Mengajar, Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo, Volume 5, Nomor 2: Agutsus 2017
Sunhaji, Jurnal Kependidikan, Konsep Manajemen Kelas dan Implikasinya Dalam Pembelajaran, Vol. II, No. 2 November 2014
Astuti, Adaara, Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Manajemen Kelas Yang Efektif, Volume 9, No. 2 Agustus 2019
Muhammad Nur, Cut Zahri Harun, Sakdiah Ibrahim, Jurnal Administrasi Pendidikan, Manajemen Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Pada SDN Dayah Guci Kabupaten Pidie, Volume 4, No 1 Februari 2016